Quantcast
Channel: Mugniar | Mamak Blogger Makassar
Viewing all articles
Browse latest Browse all 1568

Saya, Bukan Perempuan Biasa

$
0
0
Sebenarnya saya berencana membuat tulisan berseri mengenai Festival Forum KTI (Kawasan Timur Indonesia) yang saya ikuti tanggal 17 – 18 November lalu. Saya baru membuat 3 tulisan, masih banyak yang belum saya tulis tapi saya interupsi dulu dengan tulisan ini karena ingin menuliskan satu hal penting dulu *catat: PENTING .. uhuk .. J*

Tanggal 29 September lalu saya memenuhi undangan Cakrawala TV (jaringan lokal NET. TV, 57 UHF) untuk shooting program Bukan Perempuan Biasa. Shooting-nya bertempat di cafe sebuah hotel di bilangan Racing Center.

Bunga sedang siap-siap shooting. Pasang clip on dulu.
Saya datang sebelum waktu yang disepakati untuk pengambilan gambar. Para kru sudah lebih dulu hadir di lokasi. Fiko, sang kameraman yang menghubungi saya sudah datang. Myla, sang presenter sudah hadir. Bahkan Pak Iwan Taruna, orang yang berada di posisi puncak Cakrawala TV pun sudah datang. Waah, tepat waktu, ya mereka.

Sembari menunggu persiapan perlengkapan, saya ngobrol dengan Fiko, seorang mahasiswi yang sedang magang, Myla, Pak Iwan, dan Bunga. Bunga (Andi Bunga Tongeng) juga menjadi nara sumber di episode yang sama dengan saya. Bunga ini merupakan seorang pegiat kegiatan sosial di Makassar.

Acara shooting-nya bikin keringatan juga. Mungkin karena AC dalam cafe tidak terlalu dingin (atau malah mati, ya?). Bersamaan dengan itu, waktu pengambilan gambar agak lama karena ada beberapa adegan yang harus diulang. Untungnya sebelum ini, saya sudah pernah talkshow di televisi lain secara live. Coba kalau tidak, pasti sudah gugup luar biasa.

Saya lebih dulu diwawancarai oleh Myla
Saya bukan orang yang nyaman berbicara di depan orang lain. Bahasa saya adalah bahasa tulisan. Saya bisa cerita banyak melalui tulisan tapi tidak secara lisan. Pengalaman talkshow di televisi lain banyak membantu saya menghadapi proses shootingkali ini. Dan saya merasakan, efek lain dari kebiasaan menulis saya adalah, saya lebih lancar berbicara di depan orang lain, termasuk di depan orang banyak. Mungkin karena saya terbiasa menyiapkan konsep di benak, hendak menuliskan apa, begitu pun dalam berbicara, saya jadi terbiasa menyusun konsep di benak sebelum mengatakan sesuatu.
  
Syukurnya pertanyaan yang diberikan tidak sulit, hanya seputar aktivitas menulis saya. Ya iyalah, jelas itu, ya hehehe. Saya hanya perlu sedikit berstrategi, mengenai apa yang perlu saya paparkan dan apa yang tidak.

Setelah menunggu lebih dari sebulan, program Bukan Perempuan Biasa yang menampilkan saya akan tayang di Cakrawala TV hari Sabtu tanggal 28 November ini, pukul 06.00 – 07.00 WITA. Pagi-pagi sekali ya? Iya tuh, soalnya siaran lokal waktunya di jam-jam segitu. Setelah itu masuk program nasionalnya NET. TV. Tahu kan kalau peraturan di negara ini mengharuskan stasiun televisi nasional menggandeng stasiun televisilokal kalau mau tayang di daerah yang bersangkutan?

Kameraman in action
Perlu saya informasikan bahwa seperti NET. TV saudaranya, Cakrawala TV ini tampil beda. Saya suka sekali tayangan-tayangannya yang menggambarkan kekhasan kota kami, seperti sejarah, budaya, dan hal-hal lainnya yang khas. Ada dialek Makassar dalam beberapa tayangannya, terutama pada maskot jari tangan bernama Aco dan Cece, logat Makassarnya kental sekali. Saya mengapresiasi apapun yang menunjukkan identitas daerah saya secara terang-terangan. Sebab siapa lagi yang mengangkat budaya (termasuk logat) daerah kita kalau bukan kita sendiri?

Sebagai informasi juga, ini dia nih program-program yang tayang di Cakrawala TV (setiap pukul 06.00 – 07.00 WITA):
  • Sang Pelopor: sejarah dari tokoh-tokoh berpengaruh dan memiliki sumbangsih besar untuk kemajuan kota (setiap Senin). Senin kemarin saya menyimak kisah Prof. Achmad Amiruddin, mantan gubernur Sulawesi Selatan yang juga pernah menjadi rektor Universitas Hasanuddin. Wiih, ternyata beliau merupakan sosok yang keren. Beliau disiplin dan sederhana. Anak-anaknya pun diajar sederhana, seperti tidak boleh naik mobil dinas. Jadi anak-anaknya naik kendaraan umum ke sekolah atau jalan kaki.
  • Lingkar Kreatif: infromasi seputar kegiatan kreatif di kota Makassar, ini boleh menghubungi kru Firman (Fiko) di 081934412282 jika memiliki kegiatan kreatif (tayang setiap Selasa)
  • Napak Tilas: mengupas sejarah kota-kota di Sulawesi Selatan dari berbagai sudut pandang (setiap hari Rabu).
  • Sinema Anak Negeri: pemutaran karya sinema dari sineas lokal makassar dan kota lainnya di Sul Sel lalu dibedah dari berbagai sisi (tayang tiap Kamis). Saya beberapa kali menyimak karya anak-anak SMA dan sineas senior di Makassar. Sineas senior contohnya Rusmin Nuryadin, dengan salah satu karyanya, film pendek berjudul Takut Denda.
  • talkshow Bukan Perempuan Biasa: menghadirkan sosok perempuan yang memiliki nilai inspiratif untuk orang lain (tiap Sabtu).
  • Kupas Persitiwa: mengupas isu-isu lokal Sulawesi Selatan yang menarik selama satu pekan dengan narasumber yang kredibel (setiap Ahad).

Oya, apakah kamu sudah mendapatkan channel 57 UHF di televisimu? Kalau belum, coba deh di-browsing ulang. Cari kembali. Kadang-kadang setelah dicari kembali, baru ketemu salurannya. Atau kalau belum ketemu juga, coba diputar-putar arah antenanya. Biar bisa nonton saya *plak, ditimpuk sandal dari segala penjuru bumi.*

Makassar, 24 November 2015



Viewing all articles
Browse latest Browse all 1568

Trending Articles